Banten – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan, seluruh potensi ekonomi yang dimiliki daerah, khususnya di desa-desa, akan dikelola, dimanfaatkan, dan diorganisir secara profesional dalam wadah Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Sehingga, potensi tersebut bisa menghasilkan nilai ekonomis yang bisa dirasakan masyarakat desa.

“Saatnya sekarang seluruh pelaku usaha lokal untuk memproduksi sendiri aneka kebutuhan masyarakat. Hasil produksinya, akan diprioritaskan untuk dijual di gerai-gerai ritel Kopdes Merah Putih,” kata Menkop, saat menghadiri acara Musyawarah Wilayah II Dekopinwil Banten, di Aula Pendopo Gubernur Gedung Negara, Kota Serang, Banten, Senin (16/2).

Menurut Menkop, Banten adalah provinsi dengan potensi ekonomi yang sangat besar dan strategis. Beberapa sektor unggulan yang dapat menjadi penggerak koperasi antara lain industri dan manufaktur, perdagangan dan jasa, perikanan dan kelautan, termasuk potensi pariwisata. 

Bahkan, kedekatan dengan Provinsi Jakarta juga menjadikan Banten sebagai simpul distribusi nasional. Jika seluruh potensi ini dikonsolidasikan dalam ekosistem koperasi yang modern dan terdigitalisasi, maka koperasi Banten akan naik kelas. “Di sinilah pentingnya peran Dekopinwil sebagai penggerak, pengarah, dan penghubung antar koperasi,” kata Menkop.

Oleh karena itu, Kemenkop terus mendorong penguatan kelembagaan koperasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta modernisasi tata kelola koperasi, agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. 

Bahkan, Menkop juga mendorong agar koperasi-koperasi di Banten aktif dalam penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sehingga desa-desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi dengan pasar regional dan nasional.Lebih dari itu, Menkop juga menegaskan bahwa eksistensi Kopdes Merah Putih ke depan dapat menjadi alternatif penciptaan banyak lapangan kerja, khususnya bagi kalangan Gen Z.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni yang diwakili Asisten Daerah II Pemprov Banten Budi Santoso, menyebutkan bahwa koperasi layak dibangun dan dikembangkan karena memiliki banyak peran sosial bagi masyarakat. 

Diantaranya, menjadi forum konsolidasi bagi seluruh elemen ekonomi di desa-desa, sebagai agregator dari produk-produk UMKM, hingga menjadi daya tawar bagi anggota di pasar. “Kalau koperasi berjalan dengan baik, para rentenir dan tengkulak tidak akan bisa masuk ke desa-desa,” ungkap Budi.  Ketua Dekopinwil Banten Periode Tahun 2020 – 2025 Asep Rahmatullah mengungkapkan bahwa seluruh Gerakan Koperasi di Banten mendukung penuh keberadaan Kopdes Merah Putih. “Pasalnya, itu merupakan bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo untuk membawa Indonesia ke arah lebih baik,” kata Asep.

Sementara itu Tuti Alawiyah, Ketua Lapenkopwil Banten, sebagai lembaga teknis di bawah naungan Dekopinwil Banten yang menangani bidang pendidikan, pelatihan, dan pengembangan SDM koperasi sangat mengapresiasi dukungan Menteri Koperasi dalam gerakan dekopinwil melalui  muswil yang ada. “Kami sangat bangga dengan gerak cepat Pak Menteri bersama Pak Gubernur dan rekan-rekan Dekopin. Sebagai lembaga teknis dibawah Dekopin kami siap membantu meningkatkan kapasitas, profesionalisme, dan pemahaman jati diri koperasi bagi anggota, pengurus, pengawas, maupun karyawan koperasi di wilayah Banten.”

Sumber Berita :
https://www.neraca.co.id/article/233179/menkop-tekankan-potensi-desa-bakal-diorganisir-dalam-wadah-kopdes-merah-putih

Berita terkait :
https://banten.antaranews.com/berita/372610/pimpin-dekopin-banten-hasbi-sidik-siap-majukan-koperasi-di-banten

Categories: Artikel